Kadis ESDM Pastikan Ketahanan BBM Maluku Aman Hingga Idul Fitri

  • Administrator
  • Jumat, 13 Februari 2026 16:07
  • 11 Lihat
  • EKONOMI

Ambon, CM- Pemerintah Provinsi Maluku memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Meski demikian, pemerintah menyoroti persoalan distribusi di lapangan sebagai titik rawan yang kerap memicu persepsi kelangkaan di masyarakat.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, menegaskan jaminan ketersediaan stok tersebut berdasarkan koordinasi rutin dengan PT Pertamina Patra Niaga sebagai penyalur BBM di Maluku. Pemantauan dilakukan setiap pekan dan dilaporkan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional.

“Kami terus memperbarui data stok setiap minggu melalui koordinasi dengan Pertamina. Monitoring ini penting agar tidak terjadi gangguan pasokan menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya saat kegiatan After Lunch yang digelar Dinas Kominfo Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/2/2026).

Menurut Abdul Haris, BBM di Maluku terbagi dalam dua kategori, yakni BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan BBM subsidi yang meliputi minyak tanah, solar bersubsidi, serta Pertalite yang masuk kategori jenis BBM khusus penugasan.

 

Data per 10 Februari 2026 menunjukkan stok minyak tanah mencapai 221.082,6 kiloliter. Dengan konsumsi rata-rata 299 kiloliter per hari, persediaan diperkirakan cukup untuk 81 hari ke depan atau melampaui periode Idul Fitri.

“Artinya stok minyak tanah aman. Tidak ada alasan masyarakat untuk panik,” tegasnya.

Untuk solar subsidi, stok tercatat 14.625 kiloliter dengan kebutuhan harian sekitar 1.625 kiloliter. Meski secara hitungan hanya mencukupi hingga pertengahan Februari, Abdul Haris menjelaskan pasokan rutin diperkuat melalui pengiriman mingguan kapal pengangkut BBM.

Sementara stok Pertalite mencapai 8.101 kiloliter dengan konsumsi 157 kiloliter per hari, cukup hingga awal April 2026. Adapun stok LPG tercatat 206 metrik ton dengan rata-rata distribusi 8 metrik ton per hari, cukup hingga akhir Maret.

Abdul Haris mengakui, kelangkaan yang kerap dikeluhkan masyarakat umumnya dipicu keterlambatan distribusi dari agen ke penyalur, bukan karena kekosongan stok di tingkat provinsi. Keterlambatan ini sering memicu pembelian berlebihan yang memperparah tekanan di wilayah lain.

“Secara total stok tersedia. Yang terjadi biasanya hanya keterlambatan dropping, tetapi langsung berdampak pada psikologi pasar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, masyarakat diminta segera melapor ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota jika menemukan kelangkaan. Laporan tersebut akan diteruskan ke tingkat provinsi untuk dikoordinasikan dengan penyalur guna penambahan pasokan.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota lebih aktif mengawasi distribusi BBM subsidi di wilayah masing-masing agar tidak terjadi hambatan yang merugikan masyarakat.

“Kami terus memantau setiap minggu. Stok BBM subsidi di Maluku aman, dan pemerintah berkomitmen menjaga kelancaran distribusi menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.

Kegiatan After Lunch tersebut dipandu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku, Kasrul Selang, dan menghadirkan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah sebagai narasumber, termasuk dari sektor pangan, perdagangan, perhubungan, pertanian, perikanan, dan infrastruktur.(CM/Ml)

Komentar

0 Komentar